RABU, 16 JUNI 2021

Satu Tahun Produksi PT BSI Hasilkan 142.468 oz Emas

MEDIABANYUWANGI.COM – Perusahaan tambang emas di Gunung Tumpangpitu, Dusun Pancer, Desa Sumberangung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI), sedang mengembangkan penambangan dalam perut bumi. Saat ini prosesnya masih dalam tahapan eksplorasi.

Apabila eksplorasi itu sukses, maka usia pertambangan di dekat Pulau Merah tersebut akan berusia lebih lama, yakni lebih dari 30 tahun. Selama satu tahun terakhir, PT BSI masih melakukan penambangan terbuka atau open pit. Sesuai prediksi ilmu pertambangan, open pit yang sekarang dijalankan pada Operasi Tujuh Bukit hanya berusia 9 tahun.

Manager Operasi Tujuh Bukit, James Francis, mengakui bahwa PT BSI telah membuat terowongan bawah tanah. Terowongan ini untuk mencari tahu kandungan mineral yang ada di dalam perut bumi. Selain kandungan emas dan perak, Gunung Tumpangpitu yang menurut PT BSI istilahnya disebut Operasi Tujuh Bukit juga menemukan kandungan tembaga pada lapisan porfiri.

“Masa eksplorasi penambangan dalam perut bumi butuh waktu 8 tahun. Jika itu sukses maka usia penambangan bawah tanah akan memiliki usia lebih panjang daripada penambangan terbuka, yakni 25 tahun. Sedangkan usia open pit hanya 9 tahun. Apabila diakumulasi usia pertambangan terbuka dan bawah tanah menjadi kurang lebih 34 tahunan,” ungkapnya kepada wartawan yang mengikuti Tour Mining Sabtu – Minggu (14-15 Maret 2018).

Estimasi cadangan emas di Tumpangpitu berdasarkan Joint Ore Reserve Committee (JORC) mencapai 99 juta ton bijih dengan kandungan rata-rata 0,8 gram emas/ton bijih dan 25 gram perak/ton bijih. Selain itu terdapat 794 juta gram cadangan emas dan 862 miliar gram cadangan tembaga pada lapisan porfiri. Angka itu masih berkembang karena terdapat 70 juta gram cadangan emas plus 2,2 miliar gram cadangan perak pada lapisan oksidasi.

“Kapasitas produksi pertahun 2,8 juta gram emas dan 136 juta gram perak.Masa produksi telah dilakukan sejak Desember 2016. Tapi tahapan eksploitasi emasnya baru dimulai sejak Maret 2017 atau kurang lebih baru satu tahun,” tambah James Francis dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Corporate Communication Manager PT BSI Teuku Mufizar Mahmud. Selama tahun 2017, BSI berhasil memproduksi emas sebanyak 142.468 oz. Pada tahun 2018 produksi emas Tambang Tumpang Pitu diperkirakan sebesar 155.000 -170.000 oz emas dengan biaya operasional berkisar US$ 550- US$ 650/oz.

Seluruh aktivitas tambang ini melibatkan 1500 orang karyawan yang 99 persen merupakan tenaga lokal Banyuwangi. Hanya satu persen saja tenaga yang didatangkan dari luar. Apabila eksplorasi itu sukses, maka usia pertambangan di dekat Pulau Merah tersebut akan berusia lebih lama, yakni lebih dari 30 tahun. Selama satu tahun terakhir, PT BSI masih melakukan penambangan terbuka atau open pit.

Sesuai prediksi ilmu pertambangan, open pit yang sekarang dijalankan pada Operasi Tujuh Bukit hanya berusia 9 tahun. Manager Operasi Tujuh Bukit, James Francis, mengakui bahwa PT BSI telah membuat terowongan bawah tanah. Terowongan ini untuk mencari tahu kandungan mineral yang ada di dalam perut bumi. Selain kandungan emas dan perak, Gunung Tumpangpitu yang menurut PT BSI istilahnya disebut Operasi Tujuh Bukit juga menemukan kandungan tembaga pada lapisan porfiri.

 “Masa eksplorasi penambangan dalam perut bumi butuh waktu 8 tahun. Jika itu sukses maka usia penambangan bawah tanah akan memiliki usia lebih panjang daripada penambangan terbuka, yakni 25 tahun. Sedangkan usia open pit hanya 9 tahun. Apabila diakumulasi usia pertambangan terbuka dan bawah tanah menjadi kurang lebih 34 tahunan,” ungkapnya kepada wartawan yang mengikuti Tour Mining Sabtu – Minggu (14-15 Maret 2018).

Estimasi cadangan emas di Tumpangpitu berdasarkan Joint Ore Reserve Committee (JORC) mencapai 99 juta ton bijih dengan kandungan rata-rata 0,8 gram emas/ton bijih dan 25 gram perak/ton bijih. Selain itu terdapat 794 juta gram cadangan emas dan 862 miliar gram cadangan tembaga pada lapisan porfiri. Angka itu masih berkembang karena terdapat 70 juta gram cadangan emas plus 2,2 miliar gram cadangan perak pada lapisan oksidasi.

“Kapasitas produksi pertahun 2,8 juta gram emas dan 136 juta gram perak.Masa produksi telah dilakukan sejak Desember 2016. Tapi tahapan eksploitasi emasnya baru dimulai sejak Maret 2017 atau kurang lebih baru satu tahun,” tambah James Francis dalam Bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Corporate Communication Manager PT BSI Teuku Mufizar Mahmud. Selama tahun 2017, BSI berhasil memproduksi emas sebanyak 142.468 oz.

Pada tahun 2018 produksi emas Tambang Tumpang Pitu diperkirakan sebesar 155.000 -170.000 oz emas dengan biaya operasional berkisar US$ 550- US$ 650/oz. Seluruh aktivitas tambang ini melibatkan 1500 orang karyawan yang 99 persen merupakan tenaga lokal Banyuwangi. Hanya satu persen saja tenaga yang didatangkan dari luar. (*)



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



RABU, 16 JUNI 2021