RABU, 16 JUNI 2021

Ilmuwan Ingin Ciptakan Insting untuk Robot

Para ilmuwan berupaya untuk terus menyempurnakan robot agar semakin pintar, dan juga bisa melindungi dirinya sendiri. Seperti insting pada manusia atau hewan.

Insting yang dimaksud adalah untuk mengindari bahaya ketika terjatuh. Ketika manusia terjatuh, manusia memiliki insting dan gerak refleks untuk melindungi anggota tubuh dan mengurangi cedera yang mungkin dialami. 

Sedangkan, robot tidak memiliki insting dan refleks seperi manusia sehingga robot akan terjatuh begitu saja dan berpotensi mengalami kerusakan pada bagain-bagian pentingnya.

“Saat terjatuh, akan ada potensi robot menjadi rusak dan nantinya akan memakan biaya yang besar untuk memperbaikinya,” kata Sehoon Ha, seorang lulusan PhD dari Georgia Insititue of Technology yang dikutip Cnet.com.

Pada kompetisi robotik bernilai jutaan dolar yang diadakan Juni lalu menyisakan suatu catatan penting bagi para ilmuan terkait robot manusia, robot perlu tahu bagaimana cara jatuh yang baik.

Terinsipirasi dari bagaimana cara seseorang terjatuh, dua orang peneliti dari Georgia Tech, Sehoon Ha dan profesor Karen Liu mengembangkan algoritma baru yang memerintahkan robot manusia untuk merespons ketika terjatuh.

Seperti ditulis dalam Technology Review, kedua peneliti ini melakukan uji coba algoritma mereka dalam sebuah konferensi di Jerman September lalu dengan sebuah robot manusia kecil bernama BioLoid GP, dan robot manusia besar bernama Atlas. 

Ha mengungkapkan, “Penelitian kami mengajarkan robot bagaimana merespons ketika jatuh dengan memberikan pedoman untuk menentukan perhitungan secara otomatis terkait kontak yang dialami robot ketika terjatuh, seperti posisi dan waktu jatuh. Seluruh dampak dari potensi terjatuh akan diperhitungkan sehingga mengubah respons robot”.

Algoritma memberikan pedoman bagi robot terkait berbagai jenis gerakan jatuh, mulai dari tersandung, mengalami dorongan, atau jatuh terguling. Algoritma juga memungkinkan robot mempelajari rangkaian gerakan terbaik untuk merespons ketika terjatuh. 

Algoritma Mulai Diuji Coba

Dalam sebuah event bernama DARPA Robotics Challenge, robot-robot melakukan simulasi untuk melihat permasalahan apa yang muncul ketika robot membantu menghadapi dan terkena serangan nuklir. 

Matt DeDonato, salah satu peserta dari Worchesther Polytechnic Institute menyatakan bahwa untuk mengurangi kerusakan pada robot Atlas, timnya mengurangi tenaga aktuator robot sehingga robot akan menjadi lemas ketika mendeteksi akan jatuh.

Marc Raibert, pendiri Boston Dymanics, sebuah perusahaan pioner yang memproduksi robot dengan kaki (sekaligus merupakan bagian dari Google saat ini) menyatakan bahwa timnya mulai memikirkan bagaimana melindungi robot yang terjatuh dengan mengembangkan mesin berkaki empat bernama BigDog. 

“Kami memprogram BigDog untuk melemaskan sendinya ketika terjatuh. Semua robot yang kami rakit saat ini akan melakukan hal yang sama ketika mereka mendeteksi bahwa mereka kehilangan keseimbangan,” kata Marc Raibert dikutip dari Techonolgyreview.com.

Sementara itu, profesor Liu mengatakan timnya juga tertarik untuk merancang cara agar robot dapat menghindari menyakiti orang lain ketika mereka terjatuh. Ini mungkin dapat dilakukan dengan menghindari jatuh ke arah orang lain. Namun disayangkan, penelitian ini terbatas oleh kapabilitas penginderaan dan daya komputasi yang dimiliki kebanyakan robot. 

Tim Ha dan Liu sendiri menggunakan accelerometer pada kepala robot serta kamera motion-picture eksternal pada robot ciptaannya. Liu menyatakan kompleksitas perhitungan terbaik ketika jatuh menjelaskan mengapa hewan, termasuk manusia mempunyai sistem syaraf, yang bereaksi secara otomatis.

“Kami berpikir untuk membuat sesuatu seperti sistem syaraf untuk robot”, kata Liu. 



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



RABU, 16 JUNI 2021