SELASA, 28 SEPTEMBER 2021

ANGGARAN DIPANGKAS UNTUK PENANGANAN COVID-19, PEMBANGUNAN FISIK DI BANYUWANGI BERKURANG 50 PERSEN

MEDIABANYUWANGI. COM-  Refocusing anggaran untuk penanganan panemi covid-19 berdampak ke berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur. Di Kabupaten Banyuwangi, volume proyek infrastruktur berkurang hingga 50 persen akibat pengurangan anggaran.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Salimi usai mengelar rapat kerja pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020 bersama mitra kerja pada hari Selasa lalu.

Salimi mengatakan, dampak dari pengurangan anggaran yang dialihkan untuk penanganan covid-19, banyak program pembangunan fisik di beberapa satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah di anggarkan dalam APBD induk tahun 2020 tidak dapat diselesaikan.

“ Volume proyek fisik yang telah di anggarkan dalam APBD induk tahun 2020 berkurang kurang lebih sekitar 50 persen, “ ucap Salimi kepada wartawan, Rabu (09/09/2020) di Gedung DPRD Banyuwangi.

Selanjutnya dalam KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020, Ada beberapa SKPD yang pagu anggaranya berkurang, namun ada juga SKPD yang anggarannya bertambah.

Dinas PU Cipta Karya,Perumahan dan Pemukiman yang semula pagu anggarannya sebesar Rp. 239,07 miliar mengalami pengurangan sebesar Rp. 58,2 miliar sehingga menjadi Rp. 180,8 miliar.

“ Dampak pengurangan anggaran yang cukup signifikan  ini, kegiatan di Dinas PU Cipta Karya PP, volume proyek fisik yang dikerjakan  hanya 50 hingga 70 persen , “ jelas Salimi.

Demikian pula pagu anggaran di Dinas Pendidikan yang sebelum perubahan APBD dialokasikan sebesar Rp. 270,3 miliar, berkurang sebesar Rp. 3,7 milliar sehingga menjadi Rp. 267,5 miliar.  Dinas Lingkungan Hidup ada pengurangan anggaran sebesar Rp. 4,1 miliar, Dinas Perhubungan juga mengalami pengurangan sebesar Rp. 545 juta.

“ Yang mengalami penambahan anggaran dalam rancangan perubahan APBD tahun 2020, hanya Dinas Pengairan, Bappeda, BPKAD, dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, tetapi angkanya tidak begitu  besar , “ ucap Salimi.

Di akhir wawancaranya, Salimi berharap kepada seluruh SKPD mitra kerja untuk segera melaksanakan proses tender atau lelang dengan mengacu pada aturan yang berlaku.

“ Proyek infrastruktur semakin cepat dikerjakan maka dampaknya akan menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat di saat pandemi covid-19 ini, kita minta lelang proyek segera dilaksanakan , “ pungkasnya.(adi) 



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



SELASA, 28 SEPTEMBER 2021