MINGGU, 25 JULI 2021

Bermodal Surplus Suara Dua Kali Pemilu, Partai NasDem Optimis Menangi Pemilu 2024

MEDIABANYUWANGI. COM- BANYUWANGI – Jelang Pemilu 2024 Partai NasDem mulai merepatkan barisan dijajaranya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jatim menggelar Rakolwil di Banyuwangi. Partai pimpinan Surya Paloh tersebut menargetkan kemenangan di  Jawa Timur pada Pemilu 2024 nanti.     

Hal itu sampaikan Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali dihadapan Pengurus Partai NasDem se jatim saat menutup Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW Nasdem di El Royal Hotel Banyuwangi 5-6 Juni lalu.      

”Untuk mencapai kemenangan tersebut,  sedini mungkin NasDem melakukan konsolidasi internal, memanaskan mesin politik, panji-panji Nasdem sudah harus berkibar. Kita tidak punya jalan lain untuk memenangkan pertarungan 2024 selain dengan memperkuat basis dukungan rakyat,” tegas Ahmad Ali di hadapan pengurus dan kader Partai NasDem.  

Dalam kesempatan itu, Ali juga membakar semangat kader Partai NasDem Jawa Timur untuk meningkatkan soliditas dan militansi. Semua struktur partai diwajibkan untuk bergerak masif menggalang dukungan masyarakat di 2024.   

  ”Jawa Timur kita canangkan sebagai barometer kemenangan NasDem. Pada Pemilu 2024 nanti, Partai NasDem tidak hanya sebagai peserta, tapi juga pemenang,’’ tegas anggota DPR RI dari Fraksi NasDem tersebut. 

Rakorwil 2 DPW Partai NasDem Jawa Timur yang ditempatkan di Banyuwangi tergolong istimewa. Acara ini berlangsung cukup meriah karena dihadiri sejumlah petinggi partai dari DPPP.     


Ada Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali, Rusdin Masse atau biasa dipanggil RMS sebagai Ketua DPP NasDem Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kekaderan (OKK).     

Hadir juga Taufik Basari Ketua DPP Bidang Hukum dan HAM DPP Partai NasDem,  Willy Aditya Ketua Liga Mahaiswa Nasdem, dan Lathifa Al Anshori Ketua DPP Nasdem bidang pemilih pemula dan milenial, serta pengurus DPP lainnya.    

Ketua DPW Nasdem Jatim Sri Sajekti Sudjunadi dan Ketua DPD NasDem Banyuwangi juga hadir. Tak ketinggalan bupati dan walikota se-Jatim yang diusung Partai NasDem dan seluruh anggota DPRD di 38 kabupaten/kota  di Jatim.     

Bupati Banyuwnagi Ipuk Fiestiandani ikut hadir dalam penutupan Rakorwil yang berakhir Minggu (6/6) pukul 21.00.   

Selama  Rakorwil, seluruh peserta  mendapatkan trik dan strategi memangkan Pemilu dari Burhanudin Muhtadi selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia.      Menurut Burhanudin, dua kali berturut-turut mengikuti Pemilu, suara NasDem mengalami surplus dibandingkan partai lain.


 ”Untuk mendongrak perolehan suara, NasDem harus bisa menjadi payung untuk rakyat.   Pengebnalan atibur-atribut partai ke tingkat bawah harus digencarkan,’’ kata Burhanudin.      


Rakorwil yang berlangsung selama dua hari tersebut menerapkan aturan prokes yang cukup ketat. Sebelum masuk arena Rakorwil, seluruh peserta wajib tes antigen yang disiapkan panitia. Bagi pengurus DPP wajib tes PCR.  Sehingga jika ada yang terdeteksi positif Covid dilarang masuk arena Rakorwil.  

    ”Alhamdulilah Rakorwil di Banyuwangi berlangsung lancar.  Dari seluruh Indonesia, Banyuwnagi dinilai paling meriah,’’ ujar Ketua DPD NasDem Banyuwangi Supriyadi KS.     

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  menajdi tamu istimewa dalam  Rakorwil tersebut. Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu mengucapkan terima kasih kepada NasDem karena telah menjdi partai pegusung dalam Pilgub beberapa waktu lalu.    

  ”Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman anggota Fraksi Nasdem di Provinsi Jatim yang selalu memberikan support dan spirit bagi perjalanan Pemprov Jatim. Sebagai bagian political accountability kami yang didukung Partai Nasdem,’’ kata Khofifah.    

Sementera itu, di sesi lain Lathifa Al Anshori, Ketua DPP Partai NasDem bidang Pemilihan Pemula dan Milenial menjadi nara sumber seminar bertajuk ` Lathifa mengajak anak muda (mahasiswa) melek berpolitik.

"Banyak keuntungan ketika mahasiswa bergabung dengan parpol. Salah satunya, membuka jaringan yang lebih luas," kata Lathifa.  

 Lulusan magister di Mesir ini berharap mahasiswa tidak alergi dengan berpolitik. Apalagi kaum milenial memiliki masa depan panjang. Selain membuka jaringan, kaum milenial bisa ikut menangkal penyebaran berita hoaks di media sosial.     

"Bagi kaum milenial, medsos harus disikapi dengan bijak, jangan larut dengan berita hoak," pungkas Staf Ahli Menteri Kominfo RI tersebut. (Jop)



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



MINGGU, 25 JULI 2021