SELASA, 28 SEPTEMBER 2021

Karyawan PT PBS

MEDIABANYUWANGI.COM-Belum adanya kejelasan soal gaji mereka hingga kini, membuat puluhan karyawan PT Putra Banyuwangi Sejati (PBS) yang mengelola Kapal Sritanjung, kembali mendatangi Gedung DPRD, Banyuwangi, untuk mengadu, Senin (05/3/218).


Irvan Nurhidayatullah, Ketua Serikat Pekerja (SP) PT PBS Banyuwangi, menuturkan hampir dua tahun mereka memperjuangkan hak-haknya sebagai karyawan. Menurut dia agenda yang dilakukan ke gedung DPRD Banyuwangi mengharapkan uluran tangan dan belas kasihan serta kejelasan nasib upah mereka bekerja di kapal Sri Tanjung (milik Pemkab Banyuwangi) yang sudah sekitar dua tahun tidak ada kejelasan.

Saat ini, lanjut Irvan kasus sengketa SP PT PBS dengan Managemen Pengelola kapal Sri Tanjung sudah dalam proses persidangan di pengadilan Hubungan Industrial Pancasila di Surabaya. "Kami hanya menuntut hak-hak kami, upah sebagai buruh PT PBS segera terbayar,"tegasnya.


Dia menambahkan dari 85 anggota saat ini tinggal sekitar 29 anggota SP PT PBS yang mengajukan gugatan perdata atas pembayaran upah buruh yang nominalnya sekitar 15 Milyar. Sementara itu menyikapi aksi tersebut H.Naufal Badri anggota DPRD Banyuwangi, angkat bicara. " Tolong Bupati punya hati nurani terhadap nasib karyawan PT Pelayaran Banyuwangi Sejati ( PT. PBS) yang sampai saat ini hak-haknya belum dipenuhi. Kepastian masa depan mereka dipecat atau diberhentikan harus jelas," kata Naufal.


Menurut adik kandung almarhum Samsul Hadi, (Bupati Banyuwangi masa bakti tahun 2000-2005) sejak awal PT PBS menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sehingga tidak ada alasannya untuk tidak mengurus dan memperhatikan kepastian nasib mereka. Khususnya Bupati Banyuwangi, untuk memiliki hati nurani agar tidak kualat. (*)



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



SELASA, 28 SEPTEMBER 2021