SELASA, 28 SEPTEMBER 2021

Didakwa Aniaya, Bos Tempat Hiburan Malam Jadi Tahanan Rumah

MediaBanyuwangi. Com- Kasus dugaan penganiayaan pengusaha salah tempat hiburan malam di Banyuwangi, masuk meja hijau.

 Agus Irianto alias Aik warga Rogojampi menjadi terdakwa karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Stefanus warga Desa Dadapan kecamatan Kabat. Aik di dakwa melanggar pasal 351, ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.

Awal mula terjadinya perkara dugaan tindak pidana penganiayaan ini terjardi diruang hall Mascot, tempat hiburan malam, pada Minggu (29/1/19) lalu. Saat korban bersama temanya datang kemascot sekitar pukul 22.00 WIB Sabtu (19/1/19). Kemudian mereka duduk disebuah meja.

Sekitar pukul 01.30 WIB terdakwa yang juga Bos mascot itu mendatangi korban. Terdakwa sempat bertanya kepada korban ada masalah apa korban dengan terdakwa. Dan berlanjut pemukulan pada korban oleh terdakwa, menggunakan tangan kanan sebanyak 2 kali ke pelipis mata kanan korban, akibatnya korban mengalami luka lecet pada ujung siku mata kanan. Hal itu sesuai dakwaan yang ada pada Sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banyuwangi. 

Saat dikonfirmasi, Kuasa hukum Agus Iriyanto, Deanggra Yodiar Pramanta, menyatakan, kliennya tidak merasa memukul korban, melainkan hanya menghalau saja.

“Hanya menghalau, tidak ada upaya untuk memukul dengan sengaja,” jelasnya.

Menurut Deanggra Yodiar Pramanta, saat itu sedang ada tamu Maskot yang sedang menggelar pesta ulang tahun.

Menurut kliennya, korban saat itu hendak mengganggu tamu yang berulang tahun. Selaku owner Maskot , kliennya tidak ingin tamunya terganggu. Sehingga dia datang untuk menghalau korban.

“Tapi di dakwaan tidak seperti itu. Intinya dakwaan tidak utuh dan tidak sistematis,” tandasnya.

Persidangan perkara dugaan penganiayaan ini sudah memasuki sidang kedua dengan agenda tanggapan Jaksa atas eksepsi yang disampaikan Penasehat Hukum Terdakwa.

Persidangan dipimpin Ketua Majelis Hakim Saiful Arif.

Menanggapi eksepsi terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Mulyo Santoso menyatakan eksepsi sudah masuk ke pokok perkara. Mulyo Santoso juga menanggapi eksepsi terkait penerapan pasal yang tidak tepat.
"Kalau tidak sesuai penerapan pasalnya seharusnya melakukan pra peradilan, "kata Mulyo Santoso dalam persidangan.

Atas dakwaan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan tersebut, Terdakwa dikenakan Tahanan Rumah.

Sidang kasus ini ditunda hingga 19 Agustus mendatang dengan agenda pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim.(Jo)



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



SELASA, 28 SEPTEMBER 2021