SELASA, 28 SEPTEMBER 2021

LKKNU Gelar NU Ngunduh Putu

MEDIABANYUWANGI.COM- Setiap orangtua umumnya mengharapkan setiap anak yang dilahirkan oleh ibu dapat berbakti, bertakwa, dan berakhlak mulia. Kali ini, Ketua PCNU Banyuwangi, KH Muhammad Ali Makki Zaini membagikan Ijazah supaya dikaruniai Allah seorang anak yang berbakti kepada orangtua. Dalam bahasa Indonesia Ijazah identik dengan kata kiat atau resep.

Biasanya, Ijazah ini diberikan oleh seseorang yang menyandang gelar Ulama kepada santri ataupun orang yang meminta petuah.

Pria yang akrab disapa Gus Makki menyampaikan hal itu dalam acara ‘NU Ngunduh Putu’ yang diinisiasi oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKKNU) PCNU Banyuwangi. Acara ini digelar di Aula RSNU Mangir, Rogojampi, Sabtu (7/12/2019).

Sebagai peserta, hadir 60 Ibu Hamil (Bumil) yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka merupakan utusan dari MWC NU di 25 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

Gus Makki menuturkan, amalan-amalan yang harus dilakukan bagi setiap Bumil selain melaksanakan shalat lima waktu juga niat men-tirakati anak yang sedang dikandung.

“Karena untuk berjalan saja orang hamil itu sudah ada beban sendiri. Maka, hamilnya sampeyan itu dijadikan sebagai lahan tirakat,” paparnya.

Selain itu, membaca Surat Al-Mulk yang biasa disebut Surat Tabarok setiap selesai berwudlu, tetapi amalan seperti ini agak berat. Kalau tidak bisa membaca Al-Qur’an, kata dia, cukup melakukan dengan cara mendengarkan bacaan surat tersebut.

“Itu, ‘ijazah’ itu saya dapatkan dari Gus Mik (KH Hamim Djazuli, Ploso, Kediri). Mestinya atau kalau bisa setiap selesai berwudlu sehari 5 kali sebelum shalat. Kalau tidak bisa minimal 1 hari sekali,” ungkapnya.

Selain itu, saat menjalani masa kehamilan, sebisa mungkin jangan mudah marah (ngamukan-muringan) dan lebih memperbanyak sabar.

Karena menurutnya, dari beberapa sejarah, faktor yang mempengaruhi anak-anak ketika lahir adalah dari ibunya.

Contohnya Nabi Musa yang dilahirkan oleh ibunya yang dikenal sholihah. Meskipun mulai sejak bayi dirawat oleh keluarganya Fir’aun, ketika besar dapat diangkat menjadi seorang Nabi.

“Karena apa, karena ibunya sholihah. Banyak lagi contoh lainnya, meskipun seorang istri dari nabi. Tapi karena tidak sholihah lahirlah seorang anak yang bernama Kan’an,” ujar Gus Makki.

“Saking istimewanya, seorang ibu hamil dihadapan Allah diberikan keringanan untuk tidak menjalani ibadah puasa atau meng-qodlo sholatnya,” tambahnya.

‘Ijazah’ amalan lainnya, lanjut Gus Makki, bagi Bumil yang mengeluhkan sakit atau nyeri pinggang. Yakni dengan mengusapkan debu di pinggang yang terasa sakit.

Tetapi, debu yang terdapat di bawah sajadah pengimaman masjid yang digunakan untuk melaksanakan Shalat Jumat. Setelah itu, menghadiahkan Fatihah kepada Kiai Zaini Mun’im, Probolinggo.

“Kalau ada yang mengalami sakit di pinggangnya saat hamil, pergi ke pengimaman masjid yang dipakai Shalat Jumat, debu yang ada di bawah sajadah dikumpulkan. Setelah itu membaca Fatihah kepada Kiai Zaini Mun’im. Debunya itu digosokkan ke punggungnya yang sakit. Bi idznillah (dengan izin Allah) InsyaAllah sembuh sakit pinggangnya,” paparnya saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua LKKNU Ana Aniaty menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil sehingga acara yang di adakan oleh LKKNU bisa berjalan dengan baik dan lancar.(fa )



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



SELASA, 28 SEPTEMBER 2021