SELASA, 28 SEPTEMBER 2021

Diatur Perda pengusaha Toko Modern Manfaatkan Celah

MEDIABANYUWANGI.COM- Dibuatnya Peraturan Daerah (Perda)  yang mengatur tentang pembatasan toko modern berjaringan di Banyuwangi, rupanya tak membuat pengusaha toko modern patuh . Mereka justru melakukan kamuflase dengan membuka toko modern tak berjaringan, yang diperbolehkan oleh aturan Perda di bumi Blambangan.     


Saat menggelar Sidak DPRD Banyuwangi menemukan toko modern berjaringan, berkamuflase menjadi toko modern tak berjaringan. Salah satunya adalah toko modern 'Maju Bersama' yang berada di Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.      "Kami temukan dua toko. Satu di kecamatan Kalipuro dan kecamatan Blimbingsari. Sebenarnya mereka adalah jaringan toko modern ternama di Indonesia. Tapi membuka toko lagi dengan ganti nama seolah tak berjaringan," ujar Salimi, Sekretaris Komisi IV DPRD Banyuwangi, usai sidak, Senin (9/4/2018).    

Kecurigaan tersebut lantaran toko tersebut bercat sama dengan salah satu toko modern berjaringan. Selain itu, didalam toko tersebut juga ditemukan beberapa produk-produk yang dijual juga berkemasan toko berjaringan.      "Ya memang mereka ini sebenarnya milik jaringan itu. Tapi berkamuflase menjadi toko tak berjaringan," tambahnya.     


DPRD bersama Pemkab Banyuwangi telah mengesahkan Perda nomer 4 tahun 2016 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Dalam Perda itu juga terdapat larangan tentang berdirinya kembali toko modern berjaringan tumbuh di Banyuwangi. Ini didasari untuk melindungi toko kelontong dan toko kecil agar bisa bersaing dengan toko modern.     


"Dalam Perda itu juga diatur. Boleh toko biasa berubah menjadi toko modern. Tapi tidak boleh berjaringan. Tapi ini ternyata disalahgunakan oleh toko modern berjaringan berkamuflase menjadi toko modern tak berjaringan," tambahnya.      Terkait temuan tersebut, pihaknya akan memanggil beberapa instansi terkait untuk meminta penjelasan adanya toko kamuflase tersebut.  


"Kita akan panggil dinas terkait. Kita perlu tindak tegas. Jangan sampai aturan kami ini bisa merugikan masyarakat. Jika perlu ya kita cabut perdanya jika disalahgunakan," pungkasnya.(*)



Sebarkan :

Ikuti diskusi dan kirim pendapat anda melalui form di bawah ini.



SELASA, 28 SEPTEMBER 2021